Powered By Blogger

Kamis, 07 April 2011

JANGAN JADIKAN ANAK DIDIK SEBAGAI KULI

Kita sebagai guru sering menyelesaikan soal-soal terlalu kaku dan sesuai dengan prosedur, seharusnya kita bisa menyelesaikan dengan cepat dengan kemampuan nalar kita. Contohnya soal berikut :
kebanyakan dalam menyelesaikan soal sebagai berikut
Padahal selaku guru, mestinya lebih mengusai daripada siswanya. Bahkan kita juga lupa kalau selama ini sudah sangat mengusai selisih dua kuadrat
Sedangkan

Sehingga seharusnya pengerjaan guru yang praktis adalah

Apalagi ketika diberikan soal
Kebanyakan semua mengubah
selanjutnya disubstitusikan. Hasilnya sebagian ada yang bisa menyelesaikan tetapi perlu waktu cukup lama.
Padahal penyelesaian yang praktis adalah

Kesimpulannya, kita sebagai guru terlalu kaku dengan prosedur, sehingga begitu ada soal langsung dikerjakan sesuai prosedur standar. Akibatnya perlu waktu cukup lama. Seharusnya saat menerima soal kita berfikir dulu, strategi apa yang paling efekti, baru melangkah mengerjakan soal.
Ternyata kebiasaan ini secara tidak sadar kita turunkan pada anak didik kita. Contohnya
ketika diberi soal 125 x 56 maka kebanyakan peserta didik langsung menghitung dengan perkalian bersusun
Padahal dengan sifat assosiatif soal itu dapat diselesaiakn dengan mudah
125 x 56 = 125 x (8 x 7) = (125 x 8) x 7 = 1000 x 7 = 7000
atau dengan strategi kali dua bagi dua
125 x 56 = 250 x 28 = 500 x 14 = 1000 x 7 = 7000
Maka bisa dikatakan kita telah mencetak anakdidik menjadi kuli, diberikan barang yang berat langsung diangkat karena merasa kuat dan mampu mengangkat. Padahal seorang yang berfikir, saat menerima tugas mengangkat benda berat akan berfikir dulu, kira-kira menggunakan strategi apa agar tenaga yang digunakan dapat dihemat, barang tetap dapat dipindahkan sesuai perintah.

Kamis, 02 Desember 2010

Rahasia Gerakan Shalat & Keajaiban Angka 19


Dalam kitab suci Al-Quran banyak terkandung rahasia-rahasia yang harus dipikirkan oleh umat manusia. Memang, beberapa ayat Al-Quran menjelaskan bahwa manusia diminta untuk menggunakan akal fikirannya untuk memikirkan arti dan kandungan ayat-ayat Allah, baik yang implisit maupun eksplisit. Salah satunya, yang baru diketahui manusia sekarang adalah rahasia angka dalam Al-Quran. Misalnya, sebuah angka dari sekian banyak dan paling sering muncul di dalam Al-Quran adalah angka 19. Angka 19 itu didapat dari berbagai perhitungan, salah satunya adalah jumlah dari bacaan basmalah yang berjumlah 19 huruf. Selain jumlah huruf bacaan basmalah yang 19, jumlah seluruh huruf dalam Alquran adalah 330733, yang bila dibagi dengan bilangan 19 akan ditemukan angka 17407 x 19.

Tengok juga jumlah surat dalam Alquran, sebanyak 114. Angka 114 itu bila dipertemukan dengan 19 akan diperoleh hitungan 6 x 19 = 114. ”Bahasa matematikanya kita sebut ’nx19’. Mungkin itulah yang dimaksud dalam Alquran surat Al-Muddats-tsir, ke 74 ayat 30; ”Dan di atasnya ada sembilan belas.”

Jumlah rakaat salat selama setahun dengan jumlah ayat dalam Alquran. Bila dihitung, jumlah rakaat salat wajib (5 waktu) dalam 1 tahun qomariah adalah 6018 rakaat, ditambah 319 rakaat salat tarawih – witir di 29 hari Ramadan, dan 4 rakaat salat Id (Fitri & Qurban), maka ditemukan angka 6341. Subhanallah, angka ini sama dengan jumlah ayat dalam Alquran, minus 7 ayat Al Fatihah, yakni 6341.

Tidak hanya angka ajaib (angka 19), tapi ditunjukkan pula tentang putaran atau sudut yang dibuat saat melakukan shalat. Bukti ini dikenal dengan bentuk transformasi shalat. Salah satunya, salat gerhana berhubungan dengan terjadinya gerhana baik matahari maupun bulan. Dalam shalat gerhana ada dua kali rukuk, setiap ruku’ dianggap bersudut 90 derajat. Jika dijumlah maka sudutnya menjadi 180 derajat. Dalam matematika ini membentuk garis lurus. Logikanya, jika dalam tiap kali kita melakukan ruku itu membentuk 90 derajat, maka dalam tiap satu raka’at itu kita membentuk 360 derajat, sebagaimana bumi berputar yang menandakan sebagai sebuah proses kehidupan. Ternyata, ratusan tahun kemudian para ahli baru menemukan bahwa gerhana pun terjadi akibat posisi bulan, bumi dan matahari yang berada pada satu garis lurus.

Contoh lain, bacaan Allahu Akbar yang diucapkan pada shalat Tarawih dan Witir dengan hari Ramadhan 29 ditambah shalat Ied, akan didapat jumlah 1.786. Angka itu kalau dibagi 19, didapat 94. Adapun angka 94 merupakan jumlah kalimat Allahu Akbar dalam shalat lima waktu; Subuh 11 kali, Dzuhur 22 kali, Ashar 22 kali, Maghrib 17 kali, dan Isya 22 kali.

Sekarang kalau shalat lima waktu kita transformasikan ke bentuk roda gigi, maka gigi tersedikit untuk bumi adalah 12. Angka 12 ini diperoleh dari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 2.3.4 yang tak lain adalah 12. Kemudian, bila dijabarkan satu per satu ; shalat Subuh punya roda gigi berjumlah 6 (dari 12 dibagi 2 rakaat). Shalat Dzuhur 3 kali (12 dibagi 4), Ashar 3 kali, Maghrib 4 kali (12 dibagi 3) dan Isya 3 kali. “Yang menarik, gigi shalat ini jumlahnya 6-3-3-4-3 atau 19. Itu sama dengan kalimat Bismilahirahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf. Luar biasa, bukan?

Senin, 14 Juni 2010

Permainan Matematika..

Tebak Tanggal, Bulan kelahiran..

1. Tuliskan tanggal, bulan (dalam 4 digit)
2. Tambahkan dengan 17
3. Kalikan dengan 3
4. Tambahkan dengan 49
5. Kurangi dengan bilangan pada langkah 1
5. Kurangkan dengan 80
6. Hasilnya merupakan 2 kali dari bilangan pada langkah 1

Selamat mencoba...!!
(http://guntursumilih.wordpress.com)

Sabtu, 26 Desember 2009

Matematika yang bersyahadat.

Membaca judulnya, pasti kita akan berpikir masak iya ya. Itulah kebesaran Alloh yang ditunjukkan kepada kita lewat ilmu yang diberikan kepada umatNya. Dengan akal pikiran karena Alloh, kita bisa menggunakan untuk menggali rahasia2 yang terpendam dari ilmu-ilmu itu, sehingga bisa menambah keimanan kita kepada Tuhan Alloh pencipta alam semesta ini. Allooohu akbar (Alloh Maha Besar).
Matematika yang bersyahadat adalah konsep bilangan biner (basis 2) " bilangan 0 dan 1"
Ada apa dengan bilangan biner tersebut :
  1. Dalam ilmu elektronika, semua kode2 dalam menjalankannya menggunakan bilangan 0 dan 1, tidak bisa digunakan bilangan selain itu.
  2. Dalam operasi penjumlahan bilangan 0 sebagai elemen identitas, dan perkalian bilangan 1 sebagai elemen identitas
  3. Dalam perpangkatan : Semua bilangan kecuali 0 dipangkat 0 menghasil 1 dan semua bilangan dipangkatkan 1 menghasilkan bilangan itu sendiri.
Itulah beberapa kelebihan bilangan biner (0 dan 1) dalam kaidah Matematika. Kemudian ada apa kok bisa dihubungkan dengan Matematika yang bersyahadat.
Sebagai seorang muslim syahadat adalah sebagai syarat dasar seorang dikatakan Islam. Syahadat yang pertama LAA ILAAH ILALLOH (tidak ada tuhan selain ALLOH) itulah makna bilangan 0 dan 1.
  • Bilangan 0, bermakna Laa ilaaha (tidak ada tuhan/sesembahan)
  • Bilangan 1, bermakna Ilalloh (kecuali Alloh) itulah tuhan semesta alam yang harus kita ibadahi/sembah, tidak ada tuhan selain Dia
Demikian makna bilangan biner yang apabila kita pikirkan dengan dalam ada kandungan makna syahadat didalamnya, sehingga dengan itu niscaya bisa menambah keyakinan dan keimanan kita kepada Alloh sebagai sesembahan kita dan hanya kepda Dialah tempat kita bergantung. Sebenarnya kalau kita mau berpikir dengan dalam, bahwa semua ilmu pengetahuan yang kita pelajari ini (baik matematika atau Sains) adalah anugerah Tuhan kepada kita dan didalamnya ada kandungan rahasia yang menunjukkan kebesaran Alloh.
semoga bermanfaat
Mohon masukan dan komentarnya !! wassalam

Rabu, 23 Desember 2009

Mukjizat alqur'an dalam Matematika

Subhnalloh walllohuakbar... itulah kata yang bisa terucap saat saya membaca buku " Mukjizat al-qur'an dalam Matematika karya Dr. Rasyad Khalifah. ini membuktikan bahwa Al-qur'an memang benar2 kitab suci illahi, karena didalmnya terkandung berbagai rahasia ilmu pengetahuan yg menjadikan tantangan bagi kita untuk membaca, mempelajari, menghayati sebagaimana ayat pertama yang turun diawali dengan "iqro" yang artinya bacalah.

Mukjizat alqur'an dalam Matematika adalah fenomena bilangan 19. ini bukanlah istilah jawanya " gothak gathik mathuk", tp memang itulah fakta adanya. Fakta -fakta yang menakjubkan adalah sebagai berikut (nanti bisa mengeceknya dalam Aqur'an) :


  1. Ayat pertama diawali dengan Basmallah, yang terdiri dari 19 huruf arabnya

  2. Al-Qur'an terdiri dari 114 surat = 19 x 6

  3. al-qur'an terdiri dari 6234 ayat yang diberi nomor dan 112 ayat yang tidak diberi nomor (basmallah-basmallah), sedangkan 6234+112 = 6346 = 19 x 334. bilangan 6234 jika dijumlahnkan angkanya = 6+3+4+6 = 19

  4. Basmallh disebutkan sebanyak 114 kali dalam Al-qur'an (diawal surat At taubah tidak disebutkan, tp di surat An Naml disebutkan 2 kali)

  5. dan masih banyak lagi
ada apa dengan bilangan 19 ini dan kenapa Alloh memilih bilangan 19. Kalau kita orang matematika akan tahu bahwa bilangan 19 adalah bilangan prima (yang bisa dibagi oleh 1 dan 9), tetapi jika kita pikir lebih dalam maka angka 19 ini memiliki kekhususan matematik yang unik dari jenisnya dan bila kita hubungkan iman kita kepada Alloh maka akan diperoleh :
  • bilangan 19 terdiri dari angka 1 dan 9, dan seakan-akan merupakan isyarat secara tidak langsung kepada Asma Alloh yang ada pada surat al AHadid ayat 3, bahwa Alloh adalah Al Awwalu wal akhiru (Dia yang pertama dan terakhir/Alfa dan omega)

  • Bilangan 19 merupakan bilangan yang unik karena 19 (puluhan) = 10 + 9. dengan 10 kuadrat = 100 dan 9 kuadrat = 81, sedangkan 100 - 81 = 19 juga.
inilah sekilas tentang mukjizat al-qur'an dalam Matematika, smoga bisa menambah keimanan kita akan kebenaran Islam dengan kitab sucinya Al-qur'an sebagai way of life kita.. smoga bermanfaat wassalam.